Yuk tebak-tebak
Lomba apa yang kalo menang Mundur?
apa ya...
1,2,3......
tik tok
tik tok
tik tok
nah jawabannya adalah ...Tarik tambang
Lomba apa yang menang ke atas?
apa ya ...?
nah jawabanya : panjat pinang
balapan apa yang pake kaki ga pake mesin?
tik tok
tik tok
jawabannya adalah : balap karung
Kenapa superman kancutnya warna merah?
karena ...
apa ya...?
karena yang hitam di pake batman
heheh
Jumat, 14 Maret 2014
Pentas Karakter
MINGGU,16 MARET 2014
Aha.....Undangan bagi teman-teman yang ga ada acara di hari minggu datang ya...kita berlatih bersama dan saling belajar bersama. Acaranya apa aja sih...?
acaranya :
1. Mc In English oleh Lutfi wardah
Ice breaking khas
2.Pembukaan Hapalan surat yaasin dan alwaqiah
3. Sambutan dari Founder Kampung Karakter Kak' Adi
4. Cerita /dongeng Ulang tahun Ibu oleh : Arum Mustika
5. Cerita dari Hanif berdua
6.Games
7. Latihan Dongeng
8.Lutung kasarung
Bagi yang mau hadir Gratisss...Gratis! siapkan 3 coklat beng beng. Dari kamu untuk kamu oleh kamu Asik kan?
Aha.....Undangan bagi teman-teman yang ga ada acara di hari minggu datang ya...kita berlatih bersama dan saling belajar bersama. Acaranya apa aja sih...?
acaranya :
1. Mc In English oleh Lutfi wardah
Ice breaking khas
2.Pembukaan Hapalan surat yaasin dan alwaqiah
3. Sambutan dari Founder Kampung Karakter Kak' Adi
4. Cerita /dongeng Ulang tahun Ibu oleh : Arum Mustika
5. Cerita dari Hanif berdua
6.Games
7. Latihan Dongeng
8.Lutung kasarung
Bagi yang mau hadir Gratisss...Gratis! siapkan 3 coklat beng beng. Dari kamu untuk kamu oleh kamu Asik kan?
Jumat, 07 Maret 2014
Kelinci Sombong & Kura-kura
Di sebuah hutan kecil di pinggiran desa, ada seekor Kelinci yang sombong. Dia
suka mengejek hewan-hewan lain yang lebih lemah. Hewan-hewan lain
seperti kura-kura, siput, semut, dan hewan-hewan kecil lain tidak ada
yang suka pada kelinci sombong itu.
Suatu hari, si Kelinci berjalan dengan angkuhnya mencari lawan yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan kura-kura.
“Hei, kura-kura, si lambat, kamu jangan jalan aja dong.. lari begitu, biar cepat sampai,” kata Kelinci sambir mencibirkan bibirnya ke Kura-kura.
“Biarlah Kelinci, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka,” jawab Kura-kura dengan tenang.
“Hei, kura-kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang aku akan beri hadiah apapun yang kau minta,” kata Kelinci dengan tertawa. Dalam hatinya dia berkata, “Mana mungkin dia akan bisa mengalahkanku.”
“Wah, kelinci, mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, Kamu bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini,” kata kura-kura.
“Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini. Pokoknya besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi Pak Serigala untuk jadi wasitnya,” Kelinci memaksa.
Kura-kura hanya bisa diam melongo. Dalam hatinya berkata, “Mana mungkin aku bisa mengalahkan Kelinci?”
Keesokan harinya Si Kelinci sudah menunggu dengan sombongnya di bawah pohon beringin. Pak Serigala juga sudah datang untuk menjadi wasit. Setelah kura-kura datang, Pak Serigala berkata, “Peraturannya begini, kalian mulai dari garis di sebelah sana yang di bawah pohon mangga itu. Kalian bisa lihat nggak?” “Bisa… bisa… ,” Kelinci dan kura-kura menjawab. “Nah siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang,” kata Pak Serigala lagi.
“Oke,… satu…. dua… tiga… mulai!” Pak Serigala memberi aba-aba. Kelinci segera meloncat mendahului kura-kura, yang mulai melangkah pelan, karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya. “Ayo kura-kura, lari dong…..!” teriak Kelinci dari kejauhan. “Baiklah aku tunggu di sini ya…,” katanya lagi sambil mengejek kura-kura. Kelinci duduk-duduk sambil bernyanyi. Angin waktu itu berhembus pelan dan sejuk, sehingga membuat Kelinci menjadi mengantuk, dan, tak lama kemudian Kelinci pun tertidur!
Dengan pelan tapi pasti kura-kura melangkah sekuat tenaga. dengan diam-diam dia melewati Kelinci yang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi dia akan mencapai finish. Ketika itulah Kelinci bangun. Betapa terkejutnya dia ketika melihat kura-kura sudah hampir mencapai finish. Sekuat tenaga dia berlari dan meloncat untuk mengejar kura-kura. Namun sudah terlambat, kaki kura-kura telah menyentuh garis finish dan Pak Serigala telah memutuskan bahwa pemenangnya adalah KURA-KURA. Si Kelinci Sombong terdiam seolah tak percaya bahwa dia bisa tertidur.
“Nah, siapa yang menang Kelinci?” tanya kura-kura kepada kelinci. “Wah, ternyata kau menang kura-kura,” jawab kelinci malu. “Sekarang aku hanya minta satu dari kamu, kamu jangan sombong lagi, jangan suka mengejek lagi, dan jangan nakal, ya?” kata kura-kura. “Iya lah kura-kura, mulai sekarang aku tidak akan sombong lagi, tidak akan mengejek lagi. Maafkan aku ya,” kata kelinci. “Iya, nggak apa-apa, sekarang kita berteman ya?” kata kura-kura. Sejak saat itu Kelinci tidak sombong lagi
Suatu hari, si Kelinci berjalan dengan angkuhnya mencari lawan yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan kura-kura.
“Hei, kura-kura, si lambat, kamu jangan jalan aja dong.. lari begitu, biar cepat sampai,” kata Kelinci sambir mencibirkan bibirnya ke Kura-kura.
“Biarlah Kelinci, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat-cepat nanti jatuh dan terluka,” jawab Kura-kura dengan tenang.
“Hei, kura-kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang aku akan beri hadiah apapun yang kau minta,” kata Kelinci dengan tertawa. Dalam hatinya dia berkata, “Mana mungkin dia akan bisa mengalahkanku.”
“Wah, kelinci, mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, Kamu bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini,” kata kura-kura.
“Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini. Pokoknya besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi Pak Serigala untuk jadi wasitnya,” Kelinci memaksa.
Kura-kura hanya bisa diam melongo. Dalam hatinya berkata, “Mana mungkin aku bisa mengalahkan Kelinci?”
Keesokan harinya Si Kelinci sudah menunggu dengan sombongnya di bawah pohon beringin. Pak Serigala juga sudah datang untuk menjadi wasit. Setelah kura-kura datang, Pak Serigala berkata, “Peraturannya begini, kalian mulai dari garis di sebelah sana yang di bawah pohon mangga itu. Kalian bisa lihat nggak?” “Bisa… bisa… ,” Kelinci dan kura-kura menjawab. “Nah siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang,” kata Pak Serigala lagi.
“Oke,… satu…. dua… tiga… mulai!” Pak Serigala memberi aba-aba. Kelinci segera meloncat mendahului kura-kura, yang mulai melangkah pelan, karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya. “Ayo kura-kura, lari dong…..!” teriak Kelinci dari kejauhan. “Baiklah aku tunggu di sini ya…,” katanya lagi sambil mengejek kura-kura. Kelinci duduk-duduk sambil bernyanyi. Angin waktu itu berhembus pelan dan sejuk, sehingga membuat Kelinci menjadi mengantuk, dan, tak lama kemudian Kelinci pun tertidur!
Dengan pelan tapi pasti kura-kura melangkah sekuat tenaga. dengan diam-diam dia melewati Kelinci yang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi dia akan mencapai finish. Ketika itulah Kelinci bangun. Betapa terkejutnya dia ketika melihat kura-kura sudah hampir mencapai finish. Sekuat tenaga dia berlari dan meloncat untuk mengejar kura-kura. Namun sudah terlambat, kaki kura-kura telah menyentuh garis finish dan Pak Serigala telah memutuskan bahwa pemenangnya adalah KURA-KURA. Si Kelinci Sombong terdiam seolah tak percaya bahwa dia bisa tertidur.
“Nah, siapa yang menang Kelinci?” tanya kura-kura kepada kelinci. “Wah, ternyata kau menang kura-kura,” jawab kelinci malu. “Sekarang aku hanya minta satu dari kamu, kamu jangan sombong lagi, jangan suka mengejek lagi, dan jangan nakal, ya?” kata kura-kura. “Iya lah kura-kura, mulai sekarang aku tidak akan sombong lagi, tidak akan mengejek lagi. Maafkan aku ya,” kata kelinci. “Iya, nggak apa-apa, sekarang kita berteman ya?” kata kura-kura. Sejak saat itu Kelinci tidak sombong lagi
Sa'ad
Sahabat Rasul yg bernama Sa’ad juga hidup miskin. Tapi soal shalat lima waktu, dia jagonya. Sebelum Bilal mengumandangkan adzan, Sa’ad sdh di masjid. Dia selalu berusaha shalat tepat di belakang Rasulullah.
Tapi krn miskin, Sa’ad kerap kurang makan. Tak jarang ia hampir jatuh ketika bangun dr shalat, krn begitu laparnya ia.
Rasul sedih melihat kondisi Sa’ad. Tak lama datang Malaikat Jibril, “Ya Rasul, jk engkau ingin Sa’ad terbebas dr kemiskinan, berikan dia 2 dirham ini.”
Rasulullah mengambil 2 dirham itu dan diberikan kpd Sa’ad. “Gunakan 2 dirham itu untuk modal usaha, Sa’ad. Semoga sukses.
Sejak itu, Sa’ad berniaga. Kian hari dagangannya laris. Kini ia mnjd pebisnis sukses. Alhamdulillah..
Tak dinyana, tabiat Sa’ad berubah. Semakin maju usahanya, semakin jarang ia dtg ke masjid. Bahkan, sering ia tak shalat. Beberapa kali Rasul menegur sikap Sa’ad.
“Aduh ya Rasul. Kalo usaha sy ini sy tinggal, nnt sy rugi.”
Rasul bertambah sedih, hingga suatu hari Jibril dtg kembali. “Ya Nabi, mintalah 2 Dirham yg pernah engaku berikan kpd Sa’ad.” Maka Rasul pun meminta 2 Dirham, modal Sa’ad pertama kali.
“Jangankan 2 dirham Ya Rasul. 200 dirham pasti aku berikan.” Kata Sa’ad. “Enggak Sa’ad, aku hny minta 2 dirham sj.” Jwb Rasulullah.
Sa’ad memberikan kpd Rasulullah 2 Dirham. Rasul pun kmbl ke masjid seraya bersedih.
Beberapa hari kemudian, Sa’ad mengalami kerugian. Usahanya bangkrut total. Tak ada lagi yg bisa diselamatkan. Sa’ad kembali Miskin
Tapi krn miskin, Sa’ad kerap kurang makan. Tak jarang ia hampir jatuh ketika bangun dr shalat, krn begitu laparnya ia.
Rasul sedih melihat kondisi Sa’ad. Tak lama datang Malaikat Jibril, “Ya Rasul, jk engkau ingin Sa’ad terbebas dr kemiskinan, berikan dia 2 dirham ini.”
Rasulullah mengambil 2 dirham itu dan diberikan kpd Sa’ad. “Gunakan 2 dirham itu untuk modal usaha, Sa’ad. Semoga sukses.
Sejak itu, Sa’ad berniaga. Kian hari dagangannya laris. Kini ia mnjd pebisnis sukses. Alhamdulillah..
Tak dinyana, tabiat Sa’ad berubah. Semakin maju usahanya, semakin jarang ia dtg ke masjid. Bahkan, sering ia tak shalat. Beberapa kali Rasul menegur sikap Sa’ad.
“Aduh ya Rasul. Kalo usaha sy ini sy tinggal, nnt sy rugi.”
Rasul bertambah sedih, hingga suatu hari Jibril dtg kembali. “Ya Nabi, mintalah 2 Dirham yg pernah engaku berikan kpd Sa’ad.” Maka Rasul pun meminta 2 Dirham, modal Sa’ad pertama kali.
“Jangankan 2 dirham Ya Rasul. 200 dirham pasti aku berikan.” Kata Sa’ad. “Enggak Sa’ad, aku hny minta 2 dirham sj.” Jwb Rasulullah.
Sa’ad memberikan kpd Rasulullah 2 Dirham. Rasul pun kmbl ke masjid seraya bersedih.
Beberapa hari kemudian, Sa’ad mengalami kerugian. Usahanya bangkrut total. Tak ada lagi yg bisa diselamatkan. Sa’ad kembali Miskin
Langganan:
Postingan (Atom)

